Oleh: rulie889 | September 8, 2008

bentar lagi mudik nih?

puasa dah 8 hari rasanya kangen nih sama keluarga,

kira2 3 mingguan lagi aku ketemu sama mereka,bulan ini pertamak kali aku tak melewati Ramadhan bersama mereka beda rasanya

semoga dalam pertemuanku nanti semua akn baik2 saja dan akn menjadi berkah yang luar biasa

mudah2an mama,papa,mbah,dan semua orang2 yang sayang kepadaku bisa membanggakanku suatu hari nanti

aku akan buktikan kepada dunia bahwa aku bisa,abahwa aku mampu,dan aku jenius

itulah diriku yang sebenarnya

karena
aku tak pernah seikitpun terobsesi menjadi orang lain,aku adalah diri aku sendiri.yups

Oleh: rulie889 | September 8, 2008

pujaan hati

aku mau dya selalu menemani aku disetiap waktu ketika aku dalam ketakutan dan kebimbangan,setiap kali aku dalam keraguan dalam menentukan langkahku,

aku mau dya ikut bersedih saat aku sedih,dan memberikan senyumnya saat aku menuai kebahagiaan

selama ini dya selalu  ada buat aku disaat aku sedih ataupun aku bangga dengan kehidupanku ini

walaupun aku belum pernah tahu siapa dya tapi itu semua sudah cukup bagiku untuk mengenalnya

tapi giliran dya membutukan pertolonganku aku malah menghindar dari dya,aku merasa sangat bersalah dengan dya

maafkan aku sahabat percayalah aku akn selalu sayang kepadamu

Oleh: rulie889 | September 2, 2008

sekadar teriakan batin

Duka derita, duka laraku di dunia
Tidaklah aku sesali juga tak akan aku tangisi
Sesakit apapun yang kurasakan dalam hidupku
Semoga tak membuatku kehilangan cermin jiwaku
Andaikan dunia mengusir aku dari bumiNya
Tak akan aku merintih, juga tak akan aku menangis
Ketidakadilan yang ditimpakan oleh manusia
Bukanlah alasan bagiku untuk membalasnya
Asalkan karena itu Tuhan menjadi sayang padaku
Segala kehendakNya menjadi surga bagi cintaku
Bukanlah apa kata manusia yan kuikuti
Tetapi pandangan Allah Tuhanku yang kutakuti
Ada tiadaku semata-mata milikNya jua
Ada tiadaku semata-mata milikNya jua

ya Alllah ya Rahman,aku ingin selalu bisa mengingat asmamu disetiap watu aku

Oleh: rulie889 | September 2, 2008

misi hidup

Diambil dari Bab terakhir buku Zikrul Maut karya Abdullah Gymnastiar, MQS Publishing

Kita hadir di dunia ini minimal memiliki 3 misi. Pertama, sebagai hamba Alloh. Oleh karena itu, jadikanlah semua aktivitas kita sebagai sarana ibadah kepada Alloh SWT. Kegelisahan timbul karena kita kurang ilmu, karena terlalu cinta dunia, juga karena sangat enggan beribadah. Padahal, Alloh mendesain ritme hidup kita untuk ibadah. Karir kehidupan kita pun bisa optimal bila kita menyempurnakan ibadah.

Kedua, sebagai khalifah. Berkiprahlah di dunia ini dengan karya terbaik. Sebagai khalifah, selain mensejahterakan diri, kita juga harus mensejahterakan orang lain. Kemudian interaksi kita di dunia ini selain mensejahterakan secara lahir, juga harus bisa menjadi cahaya secara bathin. Artinya, kita harus mengeksploitir lahir bathin agar bisa melakukan dan mempersembahkan karya terbaik.

Ketiga, sebagai pendakwah. Selain niat beribadah dengan ikhlas, kita juga harus menjadi orang yang bisa menjadi contoh kebaikan, pembawa misi kemuliaan.

Ingat, sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling banyak manfaatnya bagi yang lain. Oleh karena itu, kalau kita ingin mengetahui tingkat keberuntungan kita, lihatlah sampai sejauh mana kita berjuang sekuat tenaga dalam hidup ini mengeksploitir tenaga, pikiran, dan waktu kita untuk memberikan manfaat bagi orang lain. Kalau ini menjadi tata nilai kita, hidup kita akan nikmat.

Rezeki kita yang sesungguhnya adalah yang kita tabung dan kita nafkahkan di jalan Alloh, Carilah rezeki setiap hari dengan niat agar makin banyak orang yang lapar bisa makan dengan keringat kita. Makin banyak orang yang tidak berpakaian bisa hangat dengan jerih payah kita. Makin banyak orang yang tidak berilmu bisa belajar dengan tetesan keringat kita. Bila semua itu dilakukan dengan ikhlas karena Alloh semata, Insya Alloh akan menjadi amal. Inilah misi hidup kita.

Kemudian, tingkatkan profesionalisme kita, hingga kita tidak hanya memberikan manfaat dengan menyuplai harta, tapi juga bisa menyuplai ilmu, wawasan, dan pengalaman bagi orang lain dengan kemuliaan.

Andai hidup kita yang sekali-kalinya di dunia ini bagai cahaya matahari yang memancar, menerangi orang-orang yang berada dalam kegelapan, menumbuhkan bibit-bibit kemuliaan, dan menyegarkan yang layu oleh terjangan kehidupan, maka kita akan menjadi orang yang terus hidup kebaikannya. Inilah kesuksesan yang hakiki.

Orang yang sukses itu bukan orang yang dipuji oleh manusia karena harta kekayaan, gelar, pangkat atau jabatannya. Itu kecil, itu hanyalah topeng dan aksesoris duniawi belaka.

Aksesoris duniawi apapun yang kita miliki, itu hanyalah sekedar tempelan sederhana karena aset termahal kita adalah kematangan pribadi kita. Pensiun tidak akan menjadi masalah bila diri kita jauh lebih berkualitas daripada pangkat kita. Berbeda dengan orang yang hanya sibuk bersembunyi di balik topeng, maka pensiun, dimutasi, atau bertambah tua bisa menimbulkan kegelisahan tiada tara karena memang itulah tempat persembunyiannya. Pensiun atau diambil pangkat dan jabatan justru akan memperjelas isi diri kita sesungguhnya.

Kemuliaan hakiki bagi kita adalah sejauh mana hidup kita mempunyai makna dan nilai yang dahsyat bagi peradaban dan kesejahteraan umat manusia, yang didasari karena Alloh semata. Karena itu, latihlah diri kita bagaimana agar hidup yang sekali-kalinya ini mempunyai nilai manfaat yang sebesar-besarnya.

Percayalah saudara-saudaraku sekalian, kita tidak akan selamat dan berbahagia dengan apa yang kita kumpulkan, tapi kita akan jauh lebih berbahagia bila kita bisa menafkahkan apa yang Alloh titipkan pada kita. Jaminan Alloh tidak datang kepada orang yang kikir, tapi datang kepada ahli sedekah baik lahir maupun batin.

Semoga Alloh mengaruniakan kepada kita kearifan demi kearifan agar kekayaan termahal dalam hidup kita, yakni perubahan diri kita, menjadi semakin matang, dewasa, penuh manfaat, tidak cinta dunia, cemerlang dengan keikhlasan, meninggi dengan kerendahan hati, dan semakin mempesona dengan kemuliaan akhlak.

Marilah kita menjadi pribadi yang baru yang mempunyai orientasi sebagai ahli ibadah, sebagai khalifah yang berkarya dan sebagai contoh kebaikan. Kita tinggalkan dunia ini setelah mempersembahkan karya terbaik kita. Kita sambut saat kematian kita esok lusa dengan karya terbaik kita yang bermakna bagi dunia dan berarti bagi akhirat nanti.

***tambahan: mudah2an qt,terutama buat penulis, bisa menerapkan hal ini, karena sesungguhnya godaan dan tantangan kadang melemahkan dan membuat qt ‘malas’ (untuk istiqomah) untuk menerapkannya***

Oleh: rulie889 | September 2, 2008

PENGARUH TIDUR

Tidur lebih dari tujuh jam sehari dapat memperlambat alur hidup, dengan kata lain mempercepat datangnya kematian. Mereka yang tidur rata-rata delapan jam malam hari menambah risiko meninggal sebanyak 12%.

Penelitian yang dilakukan pada 2002 itu mendata lebih dari sejuta penduduk Amerika Serikat berusia di atas 30, berlangsung antara 1982 hingga 1988. Penelitian yang tidak jauh berbeda dilakukan selama setahun penuh di rumah sakit Brigham and Women Hospital di Boston, menghasilkan kesimpulan yang sama. Baca Lanjutannya…

Tulisan Sebelumnya »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.